Jumat, 07 Oktober 2016

Kepramukaan

KEPRAMUKAAN MENJADI WADAH
BAGI PESERTA DIDIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS

Didunia pendidikan makna kepramukaan menjadi simpang siur. Khususnya bagi para guru disekolah/ madrasah kepramukaan sering diartikan sebagai suatu pelajaran dan kaang-kadang diberi nilai dalam rapor. Apakah kepramukaan adalah suatu ilmu yang harus dipelajari oleh anak-anak dan para pemuda. 

Sebagaimana yang telah di ungkapkan oleh Lord Robert Boden Powell tentang arti/ makna dari kepramukaan "Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus di pelajari secara khusyuk, bukan pula suatu ajaran-ajaran dan buku teks".

Kepramukaan yang sebenarnya adalah suatu kegiatan/ permainan di luar di alam terbuka yang yang mengandung unsur pendidikan yang ditujukan pada pendidikan jasmani dan rohani agar terbentuk kemandirian, tanggung jawab, disiplin, dan kreativitas yang sesuai dengan Prinsip dasar dan Metode Dasar Kepramukaan.

Kepramukaan mempunyai 3 sifat, antara lain :
1. Nasional yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
2. Internasional yang berarti bahwa organisasi kepramukaan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pramuka dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama,golongan, tingkat, suku dan bangsa.
3. Universal yang berarti bahwa kepramukaan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannyaselalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. 

Fungsi Kepramukaan
Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai : 
1.      Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda 
      Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung     
      pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan  
      sekadar main-main, yang hanya bersifat hiburan saja, tanpa aturan dan tujuan,dan tidak bernilai 
     pendidikan. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik. 
2.      Pengabdian bagi orang dewasa 
      Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan 
      keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara 
      sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi. 
3.      Alat bagi masyarakat dan organisasi
       Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkaladalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.

Berdasarkan fungsinya Kepramukaan tidak hanya mendidik anak untuk terampil didalam kegiatan ketangkasan saja, tetapi kepramukaan juga mendidik anak agar anak lebih berkembang dalam pola pikir dan perilaku.
Selain  itu Kepramukaan juga harus dapat membentuk anak menjadi manusia yang lebih kreatif, inovatif, mandiri dan dapat berkembang menjadi manusia yang berguna bagi kehidupannya sendiri maupun kehidupan di masyarakat.